Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Penggunaan Teknologi Informasi dalam Pesta Rakyat Lima Tahunan

Dalam kurun waktu lima tahun sekali, masyarakat Indonesia secara keseluruhan merayakan pesta secara besar-besaran untuk memilih pemimpin baru yang dianggap berintegritas. Bendera, baliho, poster, iklan di tv, radio dan berbagai platform digital lainnya, sampai stiker pun berhamburan di berbagai tempat. Warna-warna merah, kuning, hijau, dan biru mendadak sering kita jumpai. Ya, pesta rakyat lima tahunan ini adalah pemilu. Seiring dengan kondisi zaman yang semakin maju, mulai bermunculan pendapat-pendapat yang mengklaim bahwa TIK dapat mempermudah jalannya Pemilu. Mulanya, tujuan dari penggunaan teknologi informasi dalam Pemilu adalah agar mekanisme proses Pemilu dapat berjalan dengan lebih efisien. Perlunya teknologi informasi tidak berhenti pada sistem lamadan harus berkembang bersamaan dengan dinamisnya problematika dan perubahan yang terjadi (Kasali, 2017: 43). Seiring dengan maraknya penggunaan perangkat digital dalam masyarakat, Pemilu pun mulai dioperasikan dengan perangkat luna...

Ketahanan Nasional di Bidang Politik dan Hankam dari Perspektif Kependudukan

  Berdasarkan laporan yang dikeluarkan Labkurtannas Lemhannas RI tahun 2016, Indeks Ketahanan Nasional tahun 2015 menurun secara agregat dibandingkan tahun 2014. Gatra Politik turun dari 2,62 (Cukup Tangguh) ke 2,39 (Kurang Tangguh). Kondisi keuletan dan ketangguhan bangsa berada pada status lemah dan bila tidak ada peningkatan yang signifikan, stabilitas nasional dapat goyah. Kondisi ini dapat juga disebut sebagai warning . Sebaliknya, Gatra Ketahanan dan Keamanan mengalami kenaikan dari 2,75 ke 2,82 walaupun indeksnya masih di bawah 3 dari skala 0-5. Maknanya, indeks ketahanan nasional yang berada pada kondisi cukup tangguh ini memerlukan adanya peningkatan agar TAHG tidak melemahkan stabitilas dan integritas nasional. Kondisi ini merupakan tahap awal dari kondisi moderat . Kondisi semacam ini patut diwaspadai karena John Naisbitt (1944) dalam Global Paradoksnya mengungkapkan bahwa dunia yang semakin menuntut integrasi, nyatanya juga memicu adanya disintegrasi. Ideologi Welta...

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Mungkin masih banyak di antara kita yang belum memahami apakah politik dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan, bagaimana politik dapat disebut sebagai ilmu, dan mengapa ilmu politik termasuk dalam rumpun ilmu sosial yang penting untuk dipahami. Oleh karena itu, mari kita bahas satu persatu dalam postingan ini. Awalnya, bahasan mengenai politik banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum, seperti yang terjadi di negara-negara Eropa pada abad ke-18 dan ke-19. Di Inggris, permasalahan politik dianggap sebagai filsafat, terutama moral philosophy , dan bahasannya tidak dapat terlepas dari sejarah (Miriam Budiarjo, 2008: 6).  Kemudian, setelah didirikan Ecole Libre des Sciences Politiques (1870), London School of Economics and  Political Science (1895), American Political Science Assosiation (1904), dan Faculteit der Sociale en Politieke Wetenschappen (1947), perkembangan ilmu politik mulai diakui sebagai disiplin ilmu tersendiri. Politik sebagai ilmu pengetahuan, mulai berkembang pesat set...